(+) Lampu Kuning



Biru bulan menelusuri siluetmu
Lewat tirai, mimpi aneh berkelip dan bergeser
Jejak kemarin hilang dari cache
Hatiku tetap membeku di layar login

Aku menangkap aroma mu di angin yang lewat
Kenangan bergoyang seperti frame yang hilang di tengah jalan

Waktu terus berjalan meski tak sepenuhnya memuat
Detak jantungku seperti file yang belum tersimpan
Meski jarak memisahkan kita
Aku membuka layar untuk memikirkanmu hari ini

Di kafe, aku menatap senyummu
Aroma kopi pahit membuat jantungku seperti metronom
Sebuah gerakan kecil menulis ulang jalannya waktu
Aku berharap momen ini bisa jadi save point

Lampu neon kota mengukur ruang di antara kita
Kata-kata yang tak terucap tetap tersimpan di suatu tempat

Setiap kali jariku menyentuh layar
Pertanyaan “Bisakah kita bertemu lagi?” kembali diam-diam
Satu pixel seolah tersenyum padaku
Berbisik, “Jangan takut untuk reload”

Percikan kecil keberanian, keraguan yang tipis
Cinta ini tak punya tombol reset

Waktu terus berjalan meski tak sepenuhnya memuat
Detak jantungku seperti file yang belum tersimpan
Meski jarak memisahkan kita
Aku membuka layar untuk memikirkanmu hari ini

Semua terasa serius, tapi sedikit aneh
Cinta tak pernah bisa dicoba ulang

Di labirin cinta yang belum tersimpan
Aku memeluk glitch-ku dan glitch rasa cinta ini
Hari ini aku terus berjalan sebagai pemain di dunia ini
Tanpa retry, tapi aku mengejar senyummu



2026-01-07 13:09:04